Mendidik adalah Tugas Orang Terdidik

image

Judul: Indonesia Mengajar

Editor: Anis Baswedan

Penerbit: Bentang Pustaka

“Mendidik adalah tugas orang terdidik”

Membaca ini harus melupakan sejenak kohesi dan koherensi wacana, kaitan antarparagraf, dan diksi yang dipilih. Membaca ini adalah menikmati kekayaan petualangan para pengajar muda yang dengan murah hati membaginya pada kita melalui buku ini. Pengalaman pengajar muda yang seru memberi ruang maaf karena kening sering berkenyut melihat teknis tulisan beberapa kontributor tulisan pada buku ini.

Pengalaman para pengajar muda pada buku ini hampir bersuara yang sama: pada hakikatnya bukan hanya mereka mengajar, tapi mereka pun belajar dari anak-anak cerdas di pelosok tanah air yang menjadi murid para pengajar muda selama satu tahun. Tak salah jika ada pepatah yang mengatakan “cara terbaik untuk belajar adalah dengan mengajarkan”. Dengan mengajarkan, ilmu menjadi lebih awet di ingatan dan punya peluang berkembang melalui diskusi dengan murid. Hal ini juga yang selalu saya rasakan ketika mengajar, satu jenis teori -misalnya kohesi gramatikal- diajarkan pada kelas yang berbeda akan memberi input pada saya berbeda, karena suasana diskusi tiap kelas berbeda.

Dari beberapa cerita pada buku ini, sebagai pembaca saya merasa melihat dan menyaksikan langsung peristiwa demi peristiwa yang dialami para pengajar muda. Ada yang berusaha mengubah sistem ‘kekerasan mengajar’ menjadi lebih ‘lembut’ tapi nyatanya sulit diterapkan. Ada yang berusaha membujuk orangtua murid untuk mengizinkan anaknya sekolah. Ada juga pengalaman salah seorang pengajar muda yang sukses buat saya terisak di KRL, yaitu ketika terharu melihat seorang anak yang tinggal jauh dari sekolah menangis berkata “ibu aku mau sekolah…”.

Ada juga cerita lucu dan menggemaskan dari pengajar muda lelaki yang mendapat surat cinta dari muridnya. Ada yang diminta oleh warga di kampung tempat mereka tinggal selama setahun untuk memberi nama pada setiap anak yang lahir dengan harapan agar menjadi pintar seperti para pengajar muda. Dan berbagai pengalaman lain yang akan mengantarkan kita pada satu bayangan suasana desa yang damai dengan kepolosan anak-anak yang menyimpan kecerdasan alami.

“Anak-anak mengapa ada sudut tumpul?”

“Karena tidak diasah…”

Dialog sederhana yang membuatku menyunggingkan senyum lebar saat membacanya. Anak-anak itu menjawab berdasarkan apa yang sering dirasa, dilihat, dan ditemukan di sekitarnya. Apa yang menjadi pengetahuannya adalah apa yang sering mereka temui sehari-hari.

Ya, tugas mendidik adalah tugasnya orang-orang terdidik. Salut pada para pengajar muda yang mau membagi energi besarnya untuk memberi inspirasi pada bibit-bibit luar biasa nusantara. Anak-anak dengan kecerdasan alami yang jika diasah dan diberi kepercayaan, akan membawa nama Indonesia lebih dari tempat negeri ini berada.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s