Menjadi Kita Tak Harus Kehilangan Aku

Suamiku berkata, intelek baginya tidaklah penting dalam diri seorang perempuan. Begitulah barangkali maksudnya mengenai istrinya. Yang dihargainya adalah kemanusiaan. Aku lega mendengarkannya.

Camkanlah, suamiku menghargai aku karena aku mencintainya, karena aku tidak memberikan pendapat-pendapat yang berbelit, karena aku menunggunya, mendorongnya, dan memujanya. Semua itu adalah benar. Aku memberikan segala sesuatu kepadanya. Segala sesuatu yang menurutnya tidak bisa diberikan oleh buku dan orang lain. Aku memberikan cinta, kehangatan, hormat, ketulusan. Aku tenggelamkan diriku pribadi, aku hilangkan kepentinganku sendiri. Aku mengabdinya. Benar, aku memberikan segala yang diperlukan kepadanya, yang dikatakannya sendiri tidak dapat diperolehnya semenjak ia meninggalkan rumah ibunya.
-Ibu Inggit pada buku Soekarno Kuantar Kau Gerbang yang ditulis oleh Ramadhan K.H.-

Hey calon suamiku kelak!

Nanti, aku tetap ingin mengajukan pendapat meski pada akhirnya yang disepakati adalah pendapatmu.
Kelak aku pun masih ingin menjadi diriku. Bagaimana pun identitasku sebelum bersamamu bukankah telah melekat dengan erat? Kehidupanku lebih dulu ada sebelum kamu datang pada hidupku.:)

Advertisements

4 thoughts on “Menjadi Kita Tak Harus Kehilangan Aku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s