Category Archives: Uncategorized

Apa Itu Intelektual?

Foto: Tristia Riskawati

Foto: Tristia Riskawati

Apakah perbedaan pakar dan intelek? Lalu, seperti apa sebenarnya intelektual?

Sepanjang Ramadhan, saya mengikuti kegiatan CIWS (Course on Intellectual Writing Skills). Sabtu, tanggal 27 Juni 2015, materi pertama disampaikan oleh Prof. Yasraf Amir Piliang. Materi yang disampaikan mengenai intelektual publik.

Pada jam-jam awal materi saja, saya merasa langsung diajak berpikir untuk membedakan antara orang cerdas, pakar, dan intelektual. Apakah orang yang cerdas dapat dikatakan seorang intelektual? Apakah seorang pakar langsung mendapat gelar intelektual?

Materi disampaikan kurang lebih 60 menit. Saya setuju dengan definisi dari Michel Foucault, bahwa seorang intelektual memiliki tugas to disturb people’s mental habits. Prof. Yasraf Amir Piliang pun mengafirmasi pernyataan Foucault tersebut, bahwa tugas intelektual adalah menyadarkan. Karena masyarakat harus disadarkan, harus ada intelektual yang berbicara tentang hal yang luas.

Tugas intelektual bukan untuk menyuapi masyarakat, tetapi menyadarkan masyarakat.

Continue reading

Pesan Cinta Jerusalem

20131003-165249.jpg

Karena Tuhan merawat segala yang kita kenal, dan juga yang tidak kenal, dan juga yang tidak akan pernah bisa kita kenal. -Sapardi Djoko Damono-

Jika Mekkah menyampaikan pesan ketauhidan, Madinah menceritakan sejarah manusia mulia bernama Muhammad, maka Jerusalem membisikkan, mengingatkan, dan menitipkan pesan persaudaraan. Jangan pernah dilupakan, di tanah para nabi inilah, tiga agama berdampingan dengan damai. Tampak pada gambar seorang Rabi sedang berjalan menuruni tangga, dari jauh kubah kelabu milik Aqsha muncul dengan anggun menyuarakan bahasa cinta dan damai. Bukankah sesama hamba Tuhan memiliki cita yang sama dan tujuan yang sama: kebaikan dan cinta kasih?

Karena Tuhan merawat segala yang kita kenal, dan juga yang tidak kenal, dan juga yang tidak akan pernah bisa kita kenal.

(Sapardi Djoko Damono-Tentang Tuhan)

Foto ini diikutsertakan pada Turnamen Foto Perjalanan Ronde ke-28. Kali ini yang jadi tuan rumah adalah Farchan. Ayo bercerita dengan fotomu untuk menebarkan cinta :).

5 Aturan Dasar Meresensi Karya Seseorang ala JOHN UPDIKE

FIKSI LOTUS

next-publishing

1. Cobalah mengerti pesan apa yang ingin disampaikan si penulis, dan jangan salahkan penulis karena tidak mencapai sesuatu yang memang sejak awal tidak jadi tujuannya.

2. Berikan cukup ruang untuk memuat kutipan langsung dari karya yang diresensi—setidaknya satu paragraf pendek—agar pembaca resensi dapat membentuk pendapat mereka sendiri dan menentukan apa yang mereka suka atau tidak suka.

3. Selaraskan penjabaran Anda terhadap karya yang diresensi dengan kutipan langsung dari dalam karya itu, meskipun hanya satu frasa saja. Hal ini lebih baik daripada Anda menyuguhkan rangkuman yang tak jelas.

4. Jangan menceritakan seisi karya yang Anda resensi hingga pembaca tak lagi tertarik untuk membaca karya tersebut. Berikan sedikit bocoran plot, tapi jangan sampai ending-nya bisa ditebak. (Saya sering merasa kaget, sekaligus marah, saat mendapati para reviewer membocorkan jalan cerita buku saya dalam hasil resensi mereka! Ironisnya, satu-satunya pembaca yang hendak diraih penulis, pembaca yang masih penasaran terhadap isi buku, adalah…

View original post 82 more words

#13 Date a Girl who Reads

Ordinary Journal

“Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.

Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.

She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her…

View original post 535 more words