20140115-102609.jpg

Ada suatu perasaan tenang dan nyaman ketika menikmati sebuah karya seni, terutama lukisan dan sastra. Saya bukan ahli seni atau pun seniman. Dikatakan mengerti seni pun mungkin tidak. Namun, saya SUKA. Itu saja.

Ada perasaan tenang tiap kali masuk ke sebuah pameran. Deretan karya berfigura. Satu dua orang yang sedang mengamati dengan khusyu: mengernyitkan dahi berusaha meraih makna lukisan, tersenyum lega melihat lukisan yang begitu indahnya, atau seperti saya yang tetiba saja merasa ada nuansa syahdu sekaligus takut bahwa “pulang” padanya adalah niscaya.

20140115-102800.jpg

Itulah yang aku tangkap dari pameran wajah religius dari sketsa stupa yang diwujudkan Mudji Sutrisno dalam pamerannya yang bertajuk “Pameran Sketsa Stupa”. Pameran itu diadakan di Taman Ismail Marzuki, 15 Januari 2014.

20140115-102649.jpg

20140115-102719.jpg

20140115-102735.jpg

20140115-102747.jpg

 

20140115-102812.jpg

20140115-102826.jpg

20140115-103745.jpg

Advertisements

Wishful Wednesday [4]

ImageSelamat datang Rabu! Selamat datang Harapan!

Buku harapan pertama di tahun 2014. Ini bukan baru, tertulis di wikipedia tahun terbitnya adalah tahun 1945. Novel satiris tentang sekelompok hewan yang menggulingkan kekuasaan manusia. Saya penasaran dengan “tujuh falsafah kehewanan” dalam novel ini. Poin ketujuh adalah “semua binatang adalah sama”. Membaca poin ketujuh tersebut pasti mengingatkan akan sesuatu kan? 😉

Namun, yang paling menarik dari novel ini adalah saya ingin tahu bagaimana Orwell menghadirkan hewan-hewan itu seperti halnya manusia. Saya penasaran dengan pesan yang bertebaran di novel ini. Continue reading

Scene of Three (3)

20140103-131507.jpg

Tulisan pertama tentang buku di tahun 2014 adalah scene dari buku Amba. Untuk kali ini, bukan adegan yang saya petik tapi deskripsi yang dibuat Laksmi Pamuntjak untuk menggambarkan Amba dan Puisi. Pada novel ini, Amba adalah seorang penerjemah. Saat pertama kali membacanya, entah kenapa begitu merinding rasanya. Laksmi mampu menerjemahkan kecintaan tokoh Amba pada puisi dengan begitu khidmat. Continue reading

Kembalinya ‘Surat Semangat’

20131231-094142.jpg

dua pucuk surat dari yang jauh di sana 🙂

Pernahkah merasakan saat merasa ‘diingat’ dan kita merasa menjadi orang yang ‘berarti’? Itulah yang aku rasakan saat membaca aksara sederhana yang menuliskan kata tempat “Halmahera Selatan-Maluku Utara” di belakang amplop. Hati langsung terpekik “Oh Tuhan, bahkan aku tak ingat pernah menulis surat untuk mereka dan aku sudah tak ingat harus menantikan balasan, tapi ini??”. Sebelum membuka amplop, aku terdiam dulu, rutinitas telah membawaku berjalan terus.

20131231-094204.jpg

Cita-cita kakak apa?

Cita-cita kakak apa? Continue reading

[Book Review] Pesan Kedamaian pada “99 Cahaya di Langit Eropa”

Image

Agen muslim yang baik.

Saya rasa kalimat itu sekarang akan menjadi cukup populer. Kalimat hasil pemikiran dan pengalaman yang matang tentunya. Saat mendapati kalimat tersebut kali pertama di buku ini, ‘agen muslim yang baik’ adalah hal yang terus terngiang di telinga. Terima kasih untuk Hanum Rais dan Rangga Almahendra atas kalimat yang hadir dari pengalaman mereka menjadi agen muslim saat di Eropa. Awalnya, saya takut buku ini hanya akan mewartakan romansa masa lalu kejayaan Islam. Tapi ternyata saya tak jadi kecewa, karena lebih dari itu, buku ini memang menginformasikan peradaban Islam masa lalu, tapi juga berusaha membuka cakrawala berpikir kita bahwa kejayaan masa lalu bukan hanya untuk dikenang dan digembor-gemborkan semata, tapi dijadikan bekal dan kompas untuk berjalan maju ke depan.

Buku ini diterima bukan saja karena menyajikan nuansa Eropa (Austria, Prancis, Spanyol, dan Turki). Buku ini diterima dengan baik karena seperti menghadirkan segelas air putih saat kita panas dalam. Air putih yang memberikan kesegaran pada tenggorokan yang panas. Air putih saja, sederhana, namun tubuh segar kembali karenanya. Ya, pengalaman Hanum bersama para perempuan muslim yang ditemuinya di Eropa menampilkan sebuah lukisan kedamaian Islam. Islam yang damai, menenangkan, dan menyegarkan.

“…. Hanya satu yang harus kita ingat. Misi kita adalah menjadi agen Islam yang damai, teduh, indah, yang membawa keberkahan di komunitas nonmuslim…” (hal. 47) Continue reading

Haruki Murakami: Storm

Sometimes fate is like a small sandstorm that keeps changing directions. You change direction but the sandstorm chases you. You turn again, but the storm adjusts. Over and over you play this out, like some ominous dance with death just before dawn. Why? Because this storm isn’t something that blew in from far away, something that has nothing to do with you. This storm is you. Something inside of you. So all you can do is give in to it, step right inside the storm, closing your eyes and plugging up your ears so the sand doesn’t get in, and walk through it, step by step. There’s no sun there, no moon, no direction, no sense of time. Just fine white sand swirling up into the sky like pulverized bones. That’s the kind of sandstorm you need to imagine.
An you really will have to make it through that violent, metaphysical, symbolic storm. No matter how metaphysical or symbolic it might be, make no mistake about it: it will cut through flesh like a thousand razor blades. People will bleed there, and you will bleed too. Hot, red blood. You’ll catch that blood in your hands, your own blood and the blood of others.

And once the storm is over you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, in fact, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about.

Haruki Murakami (Kafka and The Shore)

191113 Kelahiran

20131119-141504.jpg

19 November 2013

Ini tentang sebuah kelahiran. Seperti halnya kelahiran anak manusia, ada tangis dan tawa menjadi pengiring kelahiran. Tawa bahagia untuk hadirnya satu entitas hasil kreativitas. Tangis ketakutan untuk melepaskan ke dunia sesungguhnya dengan pertanyaan “apakah dapat bermanfaat untuk Indonesia? Apakah dapat memberi angin segar untuk pendidikan bahasa?”

Anak kreasiku dengan seorang sahabat. Semoga dapat berlayar bersama keceriaan dan gairah belajar anak-anak Indonesia 🙂

Sedikit dariku untuk dunia 🙂 Continue reading