Tag Archives: wishful wednesday

Wishful Wednesday [5]

Ini tentang kesayangan!

Setiap orang pasti punya kesayangan. Entah itu warna, boneka, baju, atau orang kesayangan :D. Tak lupa, saya pun memiliki kesayangan itu. Ini dia buku-buku kesayangan itu.

Sapardi's works

Sapardi’s works

Semua buku karya Sapardi Djoko Damono selalu berusaha saya miliki. Ya, walaupun ada beberapa karyanya yang tidak dapat saya miliki, seperti “Kematian Sang Pengarang”. Tiap bukunya memiliki kenangan tersendiri. Bagaimana tidak? Puisi “Dalam Doaku” dalam buku “Hujan Bulan Juni” lah yang mengantarku menyukai sastra sejak SMA sampai sekarang. Bahkan, menuntunku memilih Studi Indonesia sebagai jejak akademisku. 🙂

Di WW kali ini, saya ingin memaparkan buku impian saya. Seminggu ini terus menanti akhir pekan untuk membeli novel Hujan Bulan Juni. Buku tersebut karya Sapardi Djoko Damono terbaru. Jika dulu, Hujan Bulan Juni adalah buku sepilihan sajak, kali ini Hujan Bulan Juni adalah novelnya.

Continue reading

Wishful Wednesday [4]

ImageSelamat datang Rabu! Selamat datang Harapan!

Buku harapan pertama di tahun 2014. Ini bukan baru, tertulis di wikipedia tahun terbitnya adalah tahun 1945. Novel satiris tentang sekelompok hewan yang menggulingkan kekuasaan manusia. Saya penasaran dengan “tujuh falsafah kehewanan” dalam novel ini. Poin ketujuh adalah “semua binatang adalah sama”. Membaca poin ketujuh tersebut pasti mengingatkan akan sesuatu kan? 😉

Namun, yang paling menarik dari novel ini adalah saya ingin tahu bagaimana Orwell menghadirkan hewan-hewan itu seperti halnya manusia. Saya penasaran dengan pesan yang bertebaran di novel ini. Continue reading

Wishful Wednesday [3]

Selamat datang Rabu!!

Hari Rabu waktunya membagi mimpi tentang buku. Sejak hari Minggu kemarin, entah kenapa saya tiba-tiba ingat terus tokoh Anne dan Gilbert. Saya teringat kisah manis dan lucu mereka yang dimulai dari bangku sekolah. Siapa sangka Gilbert yang iseng dan tak acuh, ternyata memiliki perasaan yang dalam pada Anne. Tak usah saya jelaskan lagi, pasti teman-teman pecinta buku kenal sekali cerita dua tokoh melegenda ini.

Seperti halnya yang saya yakini, tak ada kebetulan di dunia ini, kenapa tiba-tiba saya ingat kisah Anne dan Gilbert karena hari Sabtu kemarin saya bersama seorang teman seharian. Satu hari saya cukup mengenal sisi baru dari teman saya itu yang awalnya tidak saya ketahui (yaa…padahal udah satu tahun kami berteman :p). Dan, sisi baru dari dia yang saya kenal ternyata mirip sekali dengan Gilbert dari serial Anne 😀 :D. Gara-gara inilah saya ingat bahwa seri Anne belum saya baca semua.

Oalah, kenapa di Wishful Wednesday ini saya malah curcol? hehe.

ImageJadi, buku yang sedang saya inginkan adalah seri kelima dari Anne and The Green Gables, yaitu Anne of Ingleside. Berikut sinopsisnya.

”Kabarnya kau punya enam anak ya?” tanya Christine pada Anne, tapi matanya menatap Gilbert.

”Banyak sekali. Aku sendiri tak pernah ingin punya anak. Kurasa punya anak adalah tujuan yang terlalu sempit bagi perempuan, di dunia yang sudah sesak ini.”

Anne panas. Berani-beraninya Christine Stuart menyepelekan anak-anaknya yang manis, sambil terus menatap Gilbert dan mengabaikan dia lagi! Apa salahnya menjadi seorang istri dan ibu?

Tapi, Anne maklum. Christine yang “malang” memang belum pernah menjadi ibu. Belum tahu asyiknya menceburkan diri dalam petualangan bersama anak-anak: kecemasan dan kekhawatiran melihat anak-anakmengalami patah hatinya yang pertama, kesyahduan tatkala memeluk bayi di hening malam, dan indahnya berbagi mimpi bersama mereka. Butuh seluruh imajinasi dan mimpi yang kau punya untuk melayani pertanyaan anak-anak yang tiada henti. Butuh kebijakan menghadapi imajinasi mereka, menghibur kekecewaan mereka dan tidak menertawakan mereka, serta semangat petualangan untuk menyelami dunia anak-anak yang mengejutkan dan kadang mencemaskan. Jadi, apakah Anne menyesal menjadi ibu, dan telah kehilangan semangat petualangan dan imajinasinya?

Tentu saja tidak. Dengan seluruh tekad dan imajinasinya, Anne akan membuktikan bahwa Christine salah! Dia masihlah Anne yang dulu, yang penuh mimpi dan masih pantas untuk dicintai Gilbert!

Lalu, apakah buku impianmu? Ikutan Wishful Wednesday juga, yuk! 😉

  1. Silakan follow blog Books To Share – atau tambahkan di blogroll/link blogmu =)Image
  2. Buat posting mengenai buku-buku (boleh lebih dari 1) atau segala hal yang berhubungan dengan kebutuhan bookish kalian, yang jadi inceran kalian minggu ini, mulai dari yang bakal segera dibeli, sampai yang paling mustahil dan hanya sebatas mimpi. Oya, sertakan juga alasan kenapa buku/benda itu masuk dalam wishlist kalian ya!
  3. Tinggalkan link postingan Wishful Wednesday kalian di Mr. Linky (klik saja tombol Mr. Linky di bagian bawah post). Kalau mau, silakan tambahkan button Wishful Wednesday di posting kalian.
  4. Mari saling berkunjung ke sesama blogger yang sudah ikut share wishlistnya di hari Rabu =)

Wishful Wednesday [2]

Image Selamat datang Rabu!! Selamat datang harapan-harapan baru! Ikutan lagi acaranya mba Astrid yang baik ^_^

Wishful wednesday kali ini sebenarnya agak berbeda dari buku-buku yang saya baca biasanya. Walaupun buku traveling sedang menjamur, tapi saya jarang tertarik untuk membacanya. Bukan karena tidak suka traveling, tapi novel-novel sastra atau buku anak jauh lebih menarik perhatian :D.

Nah, buku harapan ini menarik hati dan perhatian saya ketika sedang blogwalking di salah satu blogger pecinta buku juga (tapi maaf saya lupa lagi siapa~~).

Image

Ini dia buku yang sedang saya harapkan: Tokyo on Foot. Saya tertarik karena buku ini menawarkan ulasan kehidupan yang lebih real di Tokyo. Tidak hanya mengulas tempat-tempat yang dapat didatangi para turis, tapi mengulas bagaimana Tokyo dalam keseharian. Seperti dalam sinopsis buku ini

Florent Chavouet, a young graphic artist, spent six months exploring Tokyo while his girlfriend interned at a company there. Each day he would set forth, with a pouch full of colored pencils and a sketchpad, to visit different neighborhoods. This stunning book records the city that he got to know during his adventures, a gritty, vibrant place, full of ordinary people going about their daily lives. Realistically rendered city views or posters of pop stars contrast with cartoon sketches of iconic objects or droll vignettes, like a housewife walking her pet pig and a Godzilla statue in a local park.With wit, a playful sense of humor, and the colored pencils of his kit, Florent Chavouet sets aside the question of urban ugliness or beauty and captures the Japanese essence of a great city.

(Goodreads) Continue reading

Wishful Wednesday [1]

ImageSelamat hari Rabu!!

Ini wishful wednesday perdanaku. Setelah sekian lama jadi silent reader para blogger pembaca dan pecinta buku, membaca tiap wishful wednesday mereka, lalu diam-diam juga mencatat buku-buku impian yang sedang mereka incar. Ada beberapa buku hasil mencatat diam-diam jadi tambatan hati sekarang ini. Setelah munggahan dari blog lama yang digusur (padahal sudah tujuh tahun), lalu pindah ke sini, saya mau coba meramaikan postingan tentang buku-buku yang saya baca, termasuk wishful wednesday 🙂

ImageIni dia buku yang jadi impian saya sekarang. Sejak baca buku The Greek Philosopher karya Rex Warner, saya mulai tertarik untuk cari tahu lagi tentang filsafat Yunani Klasik. Rex Warner belum terlalu lengkap membahasnya, jadi masih banyak tanya yang bergentayangan :D.

Ini dia sinopsisnya yang saya ambil dari link penerbitnya

Buku Filsafat Yunani Klasik: Relevansi untuk Abad XXI karya Budiono Kusumohamidjojo ini, mengulas dengan runut, jelas, dan cukup lengkap tentang seluk-beluk pemikiran para filsuf Yunani Klasik. Hal yang cukup menarik dan membuktikan penguasaan penulis atas data sekaligus kerendahan hatinya sebagai pemikir adalah bahwa beberapa kata, istilah, dan teori ‘tidak berani’ diterjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini dilakukannya untuk menghormati pemikiran asli para filsuf sekaligus untuk menghindari kesalahpahaman makna.Tidak hanya mengulas historisitas pemikiran, buku ini menjadisangat layak untuk dibaca karena di sana-sini kita akan menemukan relevansinya dalam konteks masa kini. Banyak pemikiran dan teori yang berkembang sekarang ternyata sudah diletakkan fondasinya oleh para filsuf Yunani klasik. Dengan kata lain, filsafat Yunani klasik penting untuk diketahuidan dipelajari karena mewarisi kompleksitas pengetahuan ilmiah yang sulit diabaikan peranannya bagi perkembangan sejarah dunia. Buku Filsafat Yunani Klasik ini mengajak pembaca untuk mengetahui dengan rinci ‘dunia’ para filsuf Yunani klasik sekaligus ‘menemukan’ dan ‘memahami’ relevansinya di abad XXI. Continue reading